Sumber : Detikcom.

Manado – Selain sebagai surganya makan ikan, Manado mungkin juga tempatnya kuliner ekstrem. Lihat saja di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Manado. Rasanya, hampir semua daging binatang berkaki empat dijual, kecuali mungkin kaki meja.
anjing-amp
Saat detikcom berjalan-jalan di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (8/5/2009) selain menjual ikan cakalang asap, ikan roa, juga ada bermacam daging dari hewan berkaki empat.

Letak penjual daging ekstrem ini, menjadi satu blok. Selain babi, juga dijual daging anjing. Para penjual biasa menjual daging anjing utuh satu ekor. Seperti jenis anjing kampung berukuran dewasa yang sudah dibersihkan bulunya. Kendati di Pulau Jawa juga dijual sate jamu dari daging anjing, namun belum pernah rasanya melihat daging anjing dijual utuh-seutuhnya.

Ada beberapa ekor yang diletakkan di display lapak itu, pun ada beberapa ekor yang sudah dibelah dan diambil jeroannya. Daging anjing ini biasa dimasak sebagai RW, singkatan dari rintek wuug yang berarti bulu pendek. Disediakan juga anjing-anjing yang masih hidup.

Di sebelahnya persis ada beberapa ekor tikus putih yang sudah diasap. Ini bukan tikus got, namun tikus putih yang ditangkap di hutan-hutan. Tikus ini, dimasak dengan bumbu RW semacam balado cabe rawit hijau. Maklum, orang Minahasa suka pedas.

Lalu, ada pula paniki alias kalong, saudara ‘Batman’. Setelah dilepas sayap-sayapnya, paniki ini kemudian dibersihkan bulu-bulunya dengan fire blower. Bulu-bulu itu dibakar dan disikat.

Menurut salah satu penjual daging, Sarce Tukas sebenarnya ada juga daging kucing atau tusa yang dijual di situ. Namun saat detikcom menyambangi pasar itu, tak tampak yang menjual daging kucing.

“Anjing-anjing ini didatangkan dari peternakan di Palu dan Gorontalo. Kalau paniki didatangkan dari Ujung Pandang dan Gorontalo,” ujar Sarce.

Sarce pun memberikan rincian harga daging-daging ini. Untuk anjing, biasa dijual Rp 350 ribu/ekor, dan Rp 25 ribu/kg. Untuk daging kucing, dijual seharga Rp 75 ribu/ekor dan Rp 25 ribu/kg.

Untuk daging tikus, dijual Rp 15 ribu/ekor ukuran besar dan Rp 10 ribu/ekor untuk yang kecil. Sedangkan paniki dijual Rp 25 ribu /ekor besar dan Rp 7.500/ekor kecil.

Seorang rekan yang memang petualang kuliner sengaja mencari warung yang menjual daging tikus. Kami mendapatkannya di jalan menuju Tomohon. RM Imanuel nama restoran itu menyediakan daging tikus berbumbu RW.

Rasanya? “Enak, serius. Seperti perpaduan antara daging rusa yang manis dan daging sapi,” ujarnya dengan mantap.

Anda mau coba?
(nwk/asy)

About mymandapanda

Love Peace, Making a Good "Manah " to everyone.

2 responses »

  1. mymandapanda mengatakan:

    sudah saya sebut sumbernya koq! weeee….

  2. mantouxsz mengatakan:

    njiplak detiknews ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s