Mana dulu.. masalah paling penting buat diatasi agar indonesia bisa keluar dari krisis lebih penting lagi supaya indonesia tidak termasuk negara ketiga lagi.

sekolahgw sedikit tau sektor mana yg ternyata membawa dampak perubahan yg tidak terlalu cepat terlihat namun sangat efektif ke depannya, sektor tersebut bukanlah sektor hukum, ekonomi, ataupun keamanan, sektor itu adalah pendidikan!
kenapa pendidikan? ingin tau jawabannya, mari kita runut hingga ke akar permasalahannya.

sebuah tujuan haruslah yg baik, bermutu, nilai tinggi, luhur, dan mungkin agak utopis. ya.. pastilah tiap orang juga kalo punya anak pasti ngedoain yg baik2, ada yg anaknya harus jd dokter, astronot, insinyur, direktur perbankan, dll. nah, kesemua tujuan ( goal ) itu tentunya harus diusahakan dan garis besar dari suatu tujuan luhur adalah membangun individu terlebih dahulu khan? contoh yg udh terjadi : seorang pesepakbola handal dan mendunia, David Beckham, siapa sih yg ga tau??? nah, sekarang mari kita ikuti proses mundur si beckham skrg ke pd wkt dia kecil. becks skrg menikmati jerih payahnya di tim bertabr bintang Ac milan setelah LA Galaxy, setelah MU, nah bagaimana sih dia bisa handal? tentunya harus ad yg memolesnya yaitu sang pelatih wkt becks di akademi MU muda ( sama kayak SSB kalo di kita ), para pelatih khusus pemain cilik disana sanga ketat dalam menerapkan ilmu baik itu teknik, juga fisiknya karena hanya dari sejak dasar pengetahuan dasar dari cara2 sepakbola yg baik dan benar ditularkan terlebih dahulu.
ya iya lah… semua org jg mahfum dan pasti tau, dimana2 ilmu dasar itu sangat berpengaruh untuk kedepannya.

nah, itulah sdikit filosofisnya dan pasti sama dan berlaku global / umum untuk para individu yg mengenyam bangku sekolah dasar di indonesia. yg dibenerin itu sistem pendidikan mulai dari yg paling dasar yaitu para guru yg harus berkualitas, kompeten, rela berkorban, dan sangat menjunjung tinggi nilai moral dan budi pekerti karena di tangan dan mulut merekalah segala ucapan dan perbuatan tertanam di benak murid2 nya.

perbaikan sistem juga harus dilakukan secara komprehensif dan ga boleh parsial karena apabila salah satu sub sistem cacat / rusak, maka sub sistem lainnya akan tertular. Dalam sistem pengajaran itu terdapat subsistem pengajar ( guru ), bagaimana pengajar harus berkualitas? ya harus dari sistem procurement yg bersih, mulai dari penataran guru2 dari semua tingkat, dari fasilitas pendukung hingga ultilitasnya. dan catatan penting, para penatar untuk para pengajar haruslah org2 yg memenuhi syarat etika dan moral yg luhur. ini harus sangat diperhatikan karena sekali cacat dalam proses procurement ini, maka niscaya revolusi sistem pendidikan hanya fatamorgana belaka.

coba aj kita runut satu persatu, kasus per kasus, tiap kondisi yg terjadi sekarang ini di negeri kita. begitu carut-marut mulai dari sistem perpolitikan yg multi partai juga menghasilkan multi masalah, hasil legislasi2 yg rancu dan sangat politis bagi kepentingan salah satu dari golongannya, kondisi ekonomi mikro yg ternyata di level akar rumput sangat jelas terlihat idiom ” nu penting aing dahar!!!” dimana aspek2 lingkungan hidup sangat dipinggirkan bahkan sama sekali tidak dilirik sekalipun, Industri yg kebablasan dengan pola pikir barat yang liberal, pembangunan infrastruktur yg sering bertabrakan dgn kedaulatan rakyatnya, apalagi ratusan kasus hukum dng bahasa hukumnya tindak pidana khusus yaitu korupsi menjadi cukup ramah di telinga, mata dan hidung kita karena saking seringnya, korupsi menjadi seperti minuman ringan yg dpat kita jumpai di setiap tempat, dapat dibeli bebas, dan bahkan kita semua udh hapal benar bentuk, rasa dan segala jenis merek2nya. belum lagi peristiwa bencana alam, kondisi alam yg sdh tidak lagi ramah melindungi kita, kebijakan energi kita yg sampai detik ini pun yg namanya mafia perminyakan sama sekali untouchable, hah…!!!

Kesemua permasalahan diatas kalo kita mau runut hingga ke penyebabnya, sudah tentu penyebabnya adlah sistem pendidikan yg tidak benar. ga percaya? silakan aj urai sendiri, stidaknya saya udh sedikit memberikan filosofisnya di atas tadi.

Sebuah realitas miris yg benar2 terjadi di daerah kita, tepatnya di salah satu desa di daerah Kabupaten Tasikmalaya, di kawasan wilayh Singaparna tepatnya, ad cukup banyak bukti baik itu pemudanya, para sesepuh, hingga anak seumuran kelas 5 SD keatas, mereka ga bisa membedakan jarak antara Bandung-Singaparna dgn Jakarta-Singaparna. lebih miris, mereka juga ga tau bali itu dimana??? apa itu singkatan BLT, POSYANDU, PLN, wah… wah…. padahal mereka semua ga buta huruf, mereka bersekolah dan setidaknya pernah bersekolah! nah, justru jangan tanya ttg sinetron, grup msik, hingga ponsel, seragam mereka menjawab dgn lantang dan hapal luar kepala.

apa yg telah terjadi REFORMASI??? tampaknya reformasi sudah seperti kapal laut yg rusak alat kompasnya, rakyat terombang-ambing karena sang nahkoda pun udh ga tau harus dibawa kemana arah indonesia ini ke depannya.
duuhhhh…. emaakk…. jangar sirah!!!!!!

About mymandapanda

Love Peace, Making a Good "Manah " to everyone.

One response »

  1. dedekusn mengatakan:

    Setuju, … pendidikan is number 1, hidup persib…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s