detikcom – Minggu, Mei 10

Nenek Supiah (65), warga Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, yang ditemukan duduk mengambang di atas permukaan air laut Grajagan, Kamis (7/5/2009) malam akhirnya membuka mulut.
Untuk mendapatkan kisahnya, si nenek sakti tak selalu menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Bahkan harus berungkali mengajukan pertanyaan yang sama dengan gaya bahasa berbeda.

Supiah mengaku, jika dirinya keluar dari rumah sejak Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB. Sejak bangun tidur pagi hari, dirinya ingin pergi ke laut lantaran kangen masa lalu bersama mantan suami yang menjadi nelayan dan dua anaknya.

“Mbiyen aku sering njaring iwak karo arek-arek, aku cuma butuh nyemplung ke laut, kangen tok (Dulu saya sering menjaring ikan bersama anak-anak, saya cuma ingin mencebur ke laut, kangen itu saja,” jelas Nenek Supiah lirih dengan nada terpotong-potong, sambil berdiri melihat halaman rumahnya saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (9/5/2009) siang.

Meski jarak antara rumahnya dan Pantai Grajagan Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo sekitar 12 Km, namun Nenek Supiah menempuhnya dengan berjalan kaki. Selama perjalanan melalui jalan raya, si nenek tak lupa mengumpulkan ranting kayu yang diambil dari rimbunnya hutan jati yang ada di sisi jalan.

Sesampainya di Pantai Grajagan, nenek Supiah beristirahat. Agar ‘aksinya’ tidak diketahui warga, dia mengaku menunggu waktu hingga beranjak gelap. Dengan tenang dan santai, nenek sakti itu mulai masuk ke air laut.

“Aku ngenteni wong-wong ben podo sholat maghrib, aku terus mlaku nengah nek tengah segoro, (Saya tunggu orang-orang biar sholat magrib, saya lantas jalan menuju ke tengah lautan),” jelasnya dengan nada sepotong-potong.

Dari percakapan nenek Supiah yang dianggap stres warga kampungnya memberikan pengakuan mengejutkan. Nenek Supiah mengaku bisa ke tengah laut pelawangan, laut yang dikenal angker oleh nelayan setempat, dengan cara diantar oleh air laut. Dia pun juga merasa heran dengan apa yang dialaminya.

“Aku digowo mlaku-mlaku karo banyu segoro, kadang ngiwo kadang nengen maneh. Kadang yo nengah, (Saya dibawa jalan-jalan sama air laut, kadang ke samping kanan kadang ke samping kiri, kadang ke tengah),” ungkap nenek Supiah kembali.

Entah mengapa, tiba-tiba si nenek sakti beranjak dari sisi meja, tempatnya berdiri. Dan menuju kamarnya yang terbuat dari papan kayu. Dari dalam kamar tua itu, terdengar si nenek sakti berbicara sendiri seakan sedang berkomunikasi dengan seseorang.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Banyuwangi dihebohkan dengan penemuan sesosok nenek yang sedang duduk mengapung di tengah laut pelawangan, Grajagan. Nenek sakti yang diketahui bernama Supiah itu, ditemukan serombongan nelayan yang sedang memancing ikan sekitar pukul 23.00 WIB. Anehnya lagi, badan maupun pakaian yang digunakan tak basah oleh air laut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s